Cara Budidaya Ikan Bawal

Ikan Bawal

Ikan Bawal

Cara Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal sebenarnya bukan ikan asli dari Indonesia, namun jenis ikan bawal merupakan dari negeri Brasil. Walaupun bukan asli dari Indonesia, namun ikan bawal juga banyak dibudidayakan di Indonesia seperti halnya ikan – ikan lainnya. Cara merawat dan membudidayakan ikan bawal tidak terlalu sulit, karena ikan bawal termasuk ikan yang mudah beradaptasi.

Komoditi ikan bawal dari dahulu sampai sekarang masih cukup menjanjikan. Permintaan ikan bawal di pasaran pun meningkat terus menerus. Maka peternak ikan bawal juga semakin bertambah. Berikut keunggulan dalam budidaya dan merawat ikan bawal :

  • Pertumbuhannya cukup cepat
  • Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya yang condong lebih banyak makan dedaunan
  • Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi perairan yang kurang baik
  • Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir mirip daging ikan Gurami

Bagi Anda yang belum berpengalaman dan termasuk pemula bisa mengikuti cara budidaya ikan bawal ini agar lebih maksimal hasilnya.

Pembudidayaan ikan bawal ini bermaksud untuk memperoleh ikan yang ukurannya sesuai dan pas untuk dikonsumsi oleh konsumen. Untuk pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen secara monokultur ataupun polikultur. Berikut cara budidaya ikan bawal :

Langkah-langkah Cara Budidaya Ikan Bawal:

1. Persiapan Kolam untuk budidaya ikan Bawal

Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi.

Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.

Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).

2. Pemilihan dan penebaran benih ikan bawal

Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam.

Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun.

Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.

3. Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian Ikan Bawal

Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral.

Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

4. Panen Hasil Ikan Bawal

Panen hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2.

Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.

lidah pleci, cara merawat ikan bawal, cara merawat ikan bawal di kolam terpal

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2016 Cara Merawat. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie