Cara Mengkristalkan Batu Bacan

Batu Bacan

Batu Bacan

Cara Mengkristalkan Batu Bacan

Saat ini batu akik jenis bacan memang naik daun. Banyak penggemar dan kolektor batu akik memburu batu bacan. Sehingga sekarang ini batu bacan atau yang sering dikenal dengan sebutan batu giok Indonesia menjadi favorit.

Batu bacan berasal dari pulau Kasiruta di kepulauan Bacan Halmahera Maluku Utara. Batu ini memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan batu yang lainnya. Mungkin ada yang bilang sebagai batu hidup dan bernyawa. Hal ini karena batu bacan mampu mengkristal secara alami walaupun sudah dibentuk menjadi batu cincin.

Meskipun batu ini bersifat kristal, tidak semua jenis batu ini mengeluarkan kilau indah dan cantik. Kebanyakan penghobi menyebutnya batu muda atau belum berproses secara sempurna untuk membentuk kristal, namun biasanya seiring waktu, cepat atau lambat batu akan terkristal secara alami.

Namun proses kristalisasi secara alami membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga banyak penghobi yang melakukan berbagai cara agar batu bacan cepat kristal dengan melakukan berbagai trik seperti perendaman dan memanaskan batu pada suhu tertentu. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan agar batu bacan cepat kristal dan berkilau.

Soaking

Soaking adalah proses perendaman batu dalam sebuah tempat yang berisi air dingin atau hujan atau air yang tidak mengandung zat kapur. Proses ini bisa memakan waktu 24 jam (sehari semalam) untuk memastikan air menyerap dengan sempurna ke dalam batu. Fungsi perendaman ini untuk mengangkat zat non alam yang ada dalam batu seperti minyak atau cairan kimia. Kerena kemungkinan saat proses pembentukan dari pengrajin pernah direndam dengan ciran kimia.

Drying

Drying adalah proses pengeringan. Cara drying adalah dengan cara di angkat dari dalam rendaman untuk selanjutnya dilap dengan kain/bahan lembut sambil diangin-anginkan agar batu mongering secara alami dalam suhu normal (jangan dijemur) proses ini memakan waktu selama 2 hari

Heating

Proses pemanasan dengan suhu 70-80 derajat Celcius. Namun biasanya dengan menjemur pada terik matahari mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. Proses ini akan mengubah warna batu yang semua gelap, hitam atau coklat akan terlihat mulai berubah menjadi hijau atau biru dan mulai merata dan terlihat agak jernih

Waktu proses pemanasan bisa memakan waktu beberapa hari tergantung berubahan yang terlihat sampai batu berwarna merata. Namun, hal yang perlu diingat saat melakukan penjemuran pastikan batu tidak mengandung air lagi didalamnya setelah melakukan proses perendaman dan pengeringan yang telah dilakukan sebelumnya.

Cooling

Cooling adalah proses pendinginan batu. Setelah dilakukan pemanasan atau penjemuran, jika batu sudah terlihat mulai jernih dengan warna merata maka langkah terakhir adalah pendinginan (cooling) dengan cara merendam pada air hujan atau bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak kayu putih. Setelah proses ini batu bacan akan terlihat mengkilap dan mengkistal.

Langkah 1 sampai 4 bisa dilakukan secara berulang untuk memastikan batu bacan cepat kristal, jika masih ada bercak atau warna yang terlihat belum merata. Tapi sebaiknya lakukan secara berhati-hati untuk memastikan tidak terjadi kesalahan. Untuk lebih meyakinkan anda bisa bertanya langsung di toko-toko penjual batu permata atau pada orang-orang yang memiliki banyak pengalaman. Baca juga cara perawatan batu akik bacan disini.

 

buavita untuk kolibri, nanam bunga rose setika

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2016 Cara Merawat. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie