Cara Menyimpan ASI

Cinta ASI

Cinta ASI

Cara Menyimpan ASI

Memberikan air susu ibu adalah kebahagiaan utama bagi perempuan yang telah dikaruniai anak. ASI merupakan makanan bayi yang terbaik, setiap bayi berhak memperoleh ASI dari ibunya. Namun, untuk wanita pekerja, memberikan ASI jelas membutuhkan perjuangan sendiri. Pemicu utamanya adalah waktu bersama bayi terbatas.

Berikut tips-tips praktis yang dapat dijadikan panduan ibu bekerja agar tetap dapat memberikan ASI pada bayinya kendati ia tidak bisa terus-menerus bersama anaknya.

Persiapan dasar sebelum memerah / memompa susu :

  1. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari.
  2. Semua peralatan yang digunakan disterilkan lebih dahulu. Apabila menggunakan breast pump, dibersihkan segera setelah dipakai agar sisa susu tidak mongering dan menjadisulit dibersihkan.
  3. Pilih tempat yang nyaman dan tenang pada saat memerah susu, tempat ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel, telepon masuk, dll.
  4. Cuci tangan dengan sabun dan payudara dibersihkan dengan air atau ASI dikeluarkan sedikit lalu dioleskan pada puting. Sebelum memulai minumlah segelas air / cairan lain sepertisusu, juice, dll. Disarankan minuman hangat untuk membantu merangsang ASI.
  5. Usahakan relax. Bayangkan wajah si kecilsaat mulai memerah.
  6. Mengompres payudara dengan air hangat kira-kira 2-10 menit dapat membantu agar ASI dapat keluar dengan lancar.
  7. Bila masih kesulitan dapat meminta oksitosin pada dokter.

Lama penyimpanan ASI setelah diperah / dipompa :

  1. Jika ruangan tidak ber-AC disarankan tidak lebih dari 4 jam.
  2. Namun jika ruangan ber-AC dapat sampai 6 jam. Perlu diingat suhu ruangan harus stabil, misalnya AC tidak matisaat ada botol ASI di dalamnya.
  3. ASI perah disimpan dalam lemari es dapat bertahan sampai dengan 8 hari pada ruangan terpisah dari bahan-bahan lain yang ada di lemari es. Apabila lemari es tidak memilikiruangan ruangan terpisah maka ASI jangan disimpan lebih dari 3×24 jam (3 hari).
  4. ASI perah yang disimpan dalam freezer dapat bertahan sampai 3 bulan. Namun jangan simpan ASI pada freezer karena bagian ini mengalami variasi perubahan suhu terbesar.
  5. Jika kebetulan mempunyaifreezer yang ada penyimpanan daging terpisah/deep freezer dimana memiliki suhu yang lebih rendah dari freezer biasa maka ASI perah dapat disimpan sampai 6 bulan.

Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan :

  1. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu.
  2. Botol yang paling baik sebetulnya terbuat dari gelas atau kaca. Jika terpaksa menggunakan botol plastic pastikan plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam air panas).
  3. Jangan menggunakan botolsusu berwarna atau bergambar karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.
  4. Bubuhkan labelsetiap ibu akan menyimpan botol ASI dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI diperah / dipompa.
  5. Simpan ASI dalam botol yang tertutup rapat, jangan dalam botol yang ada dot karena dapat berinteraksi dengan udara.
  6. Jika dalam 1 hari ibu memompa atau memerah ASI beebrapa kali, bisa saja ASI tersebut digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya jangka waktu pompa / perah pertama dan berikutnya tidak lebihdari 24 jam dan suhu tempat botol disimpan harus stabil antara 0-15 derajat Celcius.

Cara memberikan ASI perah pada bayi :

  1. Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol dialiri air hangat (jangan mendidih) atau merendam botol dalam baskom air hangat.
  2. Jangan sekali-kali memanaskan botol dengan mendidihkannya dalam panci atau dalam microwave atau pemanas lainnya kecuali yang
    memang didesain untuk memanaskan botol berisisimpanan ASI.
download ovi store for nokia x com

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2016 Cara Merawat. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie