Sebab Burung Murai Batu tidak Gacor dan Cara Merawatnya

Burung Murai Batu

Burung Murai Batu

Sebab Burung Murai Batu tidak Gacor dan Cara Merawatnya

Murai Batu merupakan Burung Asli dari Indonesia, burung ini memiliki postur tubuh yang cukup besar dan yang menarik adalah ekornya yang sangat panjang. Ditambah lagi burung Kicau Murai Batu tersebut memiliki suara yang sanggat keras dan amat merdu untuk di dengar, sehinga banyak para Master Murai Batu yang merekam suara Kicauan Murai Batu untuk di jadikan masteran Mp3 Murai Batu.

Harga Murai Batu yang sudah jadi atau sudah Gacor memang sangatlah mahal, bahkan harga Anakan Murai Batu atau sering di sebut juga Bakalan Murai Batu nya pun sangat memiliki harga jual yang sangatlah mahal, jadi tidak banyak para pecinta burung yang memilikinya, biasa nya yang Memelihara Murai Batu itu adalah orang – orang kalangan atas.

Cara Perawatan Murai Batu bukanlah hal yang sangatlah mudah, untuk para pemula pencinta burung kicau mania, butuh kedisiplinan, kesabaran dan keuletan si pemilik burung tersebut.

Sering kali kami terima pertanyaan tentang murai batu yang cuma ngeriwik, bunyi awal hari atau pagi hari saja, gacor di rumah saja serta gacor di gantangan saja.

Bila burung murai batu sehat dengan fisik serta mental, kenapa jadi demikian? Pasti ini tentu ada yang tidak beres, tentunya ada masalah dengan di antaranya, barangkali fisiknya serta barangkali mentalnya.

Sebab Murai Batu tidak Gacor

Berikut adalah sebab mengapa murai batu anda tidak gacor yang kami himpun dari berbagai sumber terpercaya.

1. Burung Murai Batu Cuma Ngeriwik

  • Burung tua maupun muda terlebih tangkapan hutan. Karena, walau muda, burung hasil tangkaran umumnya akan gacor. Kenapa ? Burung hasil tangkaran besar di lingkungan manusia serta sebab itu dia tak ada hambatan takut pada manusia serta lingkungannya. Namun burung tangkapan rimba, butuh penyesuaian yang lama dengan lingkungan manusia. Dia mesti melewati sistem penjinakan hingga cepat beradaptasi. Bila anda memelihara burung tangkapan rimba, terkadang butuh waktu berbulan-bulan untuk membuat dia tidak takut lagi dengan manusia. Umumnya, sesudah periode mabung barulah dia dapat beradaptasi. Syaratnya, sepanjang saat itu juga dia diletakkan di area yang relatif ramai, dekat orang rumah berlalu lalang. Lantas anda janganlah terlampau mengharapkan bahwa burung hasil tangkapan rimba akan gacor kurun waktu singkat lebih kurang 1-2 bln.. Butuh berbulan-bulan hingga betul-betul tidak takut dengan lingkungan manusia. Karena, burung yang ngeriwik terus sesungguhnya yaitu burung yang tidak sehat dengan mental, atau mentalnya tetap tertekan, didalam perihal ini oleh lingkungan yang sekalipun asing untuk dia.
  • Burung memasuki periode mabung. Burung murai batu mabung umumnya cuma ngeriwik-ngeriwik atau apalagi cuma diam sekalipun. Teliti saja bila burung anda tiba-tiba tidak gacor, ada kemungkinan memasuki periode mabung. Ada bulu-bulu halus mulai berjatuhan.
  • Burung habis mabung, umumnya juga hanya ngeriwik. Dia tidak ingin gacor sebagaimana saat belum mabung. Perihal itu dikarenakan, periode rekondisi pasca mabung memanglah membutuhkan waktu lebih kurang 1-2 bln.. Pasti perihal ini tidak berlaku untuk burung-burung spesifik, yang apalagi didalam situasi mabung tetap terus gacor. Berarti, dengan umum, burung yang baru saja mabung sesungguhnya yaitu burung yang tidak atau belum sehat dengan fisik. Untuk mempercepat kesehatannya sembuh, yakinkan saja kecukupan nutrisinya.
  • Burung yang kalah sesudah diadu, umumnya juga cuma ngeriwik-ngeriwik terus tidak ingin lagi gacor. Bila perihal itu berlangsung pada burung anda, maka burung anda butuh dikarantina. Hingga kapan? Terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya, atau umumnya sesudah melalui lagi periode mabung. Sepanjang perawatan, anda juga butuh mencermati kecukupan pakan serta gizinya.

2. Burung Murai Batu Cuma Gacor Pada Saat Tertentu

  • Ada burung spesifik yang cuma gacor saat pagi hari sesaat sisa waktu setelah itu cuma ngeriwik, atau gacor cuma malam hari, dan seterusnya. Perihal itu umumnya berlaku pada burung-burung yang sesungguhnya telah tidak takut lingkungan namun belum fit dengan fisik, serta dapat juga dikarenakan tidak atau belum birahi seutuhnya. Burung yang birahi, umumnya gacor selama hari. Pasti didalam perihal ini anda mesti mengupayakan bagaimana supaya burung tersebut dapat birahi.
  • Burung-burung muda juga miliki kebiasaan cuma gacor pada saat spesifik. Karena, ini cuma masalah waktu yang menuntut anda untuk bersabar.

3. Burung Murai Batu Cuma Gacor di Area Tertentu

  • Burung murai batu yang cuma gacor di rumah namun tidak di arena lomba umumnya dikarenakan oleh situasi tidak fit atau dapat juga dikarenakan tidak punya kebiasaan diadu didalam keramaian. Karena, butuh dipandang serta dikondisikan fisiknya hingga betul-betul fit serta sesaat itu juga dilatih dengan teratur namun terukur bila anda memanglah pengin mempunyai burung yang akan serta punya kebiasaan gacor di arena lomba atau di keramaian.
  • Burung yang cuma gacor di arena lomba namun tidak gacor di rumah. Burung seperti ini umumnya dikarenakan oleh situasi kurang birahi. Didalam situasi seperti itu, burung cuma birahi saat dirangsang oleh datangnya “musuh” atau “pesaing” yaitu burung lain. Semetara bila di rumah, dimana tak ada musuh, dia tidak bersemangat untuk bersuara. Tingkatkan birahinya, itu di antara kuncinya.
  • Namun demikianlah, ada juga burung yang memanglah telah mempunyai ciri-ciri seperti itu, yaitu cuma akan bunyi bila ada lawannya. Bila telah bicara

Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, kita juga bisa merawat murai batu agar bisa gacor. Burung Murai Batu juga akhir – akhir ini juga sering di Budidaya atau di Ternak oleh para peternak burung, pembahasan Budidaya Murai Batu nanti akan saya bahas di artikel Cara Beternak Murai Batu.

Cara Merawat Burung Murai Batu Agar Cepat Gacor

Untuk lebih jelas lagi tentang Tips Cara Memelihara Murai Batu kita simak saja langsung artikel di bawah ini.

 Tips Cara Merawat Burung Murai Batu Harian.

  • Jam 07.00wib burung diangin-anginkan di teras rumah sampai jam 07.30wib.
  • Jam 07.30wib burung dimandikan di keramba mandi atau semprot dengan spray yang lembut, bergantung kebiasaan pemilik burung.
  • Bersihkan Kandang Murai Batu harian, ubah atau imbuhkan voer serta air minum.
  • Berikanlah 4 ekor jangkrik pada cepuk EF.
  • Penjemuran bisa dikerjakan selama 1-2 jam setiap hari mulai jam 08.00wib – 11.00wib, selama penjemuran, baiknya burung tidak lihat burung sejenis.
  • Sesudah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras rumah selama 20 menit, lantas sangkar dikerodong.
  • Siang hari hingga sore jam 11. 30wib – 15. 00wib  burung bisa di master dengan suara master atau burung-burung master.
  • Jam 15.30wib burung diangin-anginkan kembali diteras, bisa dimandikan apabila butuh.
  • Berikanlah 2 ekor jangkrik pada cepuk EF.
  • Jam 18.00wib burung kembali dikerodong serta di perdengarkan suara master selama masa istirahat hingga pagi harinya.

Pemberian EF Tambahan Untuk Burung Murai Batu Yang Harus Teratur.

  • Kroto fresh diberikan 1 sendok makan optimal 2x dalam waktu 1 minggu. perumpamaan setiap hari selasa pagi serta hari jumat pagi.
  • Pemberian cacing diberikan 1 ekor 1x dalam waktu 1 minggu. perumpamaan tiap-tiap hari senin pagi.
  • Pengumbaran di kandang umbaran bisa dikerjakan 4 jam setiap hari selama 4 hari didalam waktu 1 minggu.
  • Berikan Vitamin dan Mineral Pada cepuk air minum 1x dalam waktu 1 minggu.

Karakteristik Burung Murai Batu.

  • Gampang beradaptasi, burung murai batu amat gampang menyesuaikan diri pada pergantian lingkungan.
  • Petarung yang mudah naik darah. jika mendengar suara burung murai batu lain atau lihat burung sejenis, maka motivasi tempurnya segera berkobar.
  • Birahi yang condong gampang naik. burung ini amat gampang naik birahinya, banyak penyebab yang bisa membuat naiknya birahi pada burung type ini. stelan EF ( extra fooding ) yang terlalu over.
  • Penjemuran yang berlebih atau lihat burung murai batu betina, bisa dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
  • Burung Murai Batu Gampang Jinak. dikarenakan kekuatan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini gampang jinak pada manusia.

Tips Cara Merawat Burung Murai Batu Sebelum Lomba Agar jadi Jawara.

  • H – 3 sebelum saat lomba, jangkrik dapat dinaikkan pemberian nya menjadi 5 ekor pagi, serta 4 ekor sore.
  • H – 2 sebelum saat lomba, burung baiknya dijemur optimal 30 menit saja.
  • 1 jam sebelum saat di gantang lomba, burung di mandikan serta berikanlah jangkrik 3-5 ekor serta ulat hongkong 6-15 ekor.
  • Jika burung dapat turun lomba kembali, berikanlah jangkrik 2 ekor lagi.
  • Baiknya, mulai H – 6 burung diisolasi. jangan sempat lihat serta mendengar suara burung murai batu lain.
  • Mandikan burung di malam hari  jam 19.00wib – 20.00wib pada H – 1.

Tips Cara Memelihara Burung Murai Batu Sesudah Lomba.

  • Pemberian porsi EFdi kembalikan ke stelan harian.
  • Berikan Burung Vitamin dan mineral Padacepuk EF setelah lomba pada H – 1.
  • Sampai H + 3 sesudah Lomba Penjemuran cukup 30 menit saja.

Tips Cara Mengatasi Jika Burung Murai Batu Kondisi Nya Drop.

  • Tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 5 ekor pagi, serta 5 ekor sore hari nya.
  • Tingkatkan porsi pemberian kroto menjadi 3x dalam waktu 1 minggu.
  • Berikanlah kelabang 2 ekor dalam waktu 1 minggu sekali.
  • Pemandian burung  dijadikan 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, janganlah lihat serta mendengar suara burung murai batu lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah jadi 2-3 jam setiap hari nya.
  • Berikanlah vitamin dan mineral secara rutin.

Tips Cara Mengatasi Jika Burung Murai Batu Terlalu Over Birahi.

  • Pangkas pemberian porsi jangkrik menjadi 3 ekor pagihari serta 2 ekor sore hari.
  • Kerjakan pengembunan pada jam 05.30wib – 06.00wib.
  • Berikanlah cacing 2 ekor 2x dalam waktu 1 minggu.
  • Frekuensi pemandian burung dibikin seseringkali, contohnya pagi hari – siang hari serta sore hari.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30menit saja setiap harinya.
  • Waktu pengumbaran dibikin seseringkali serta lebih lama.

Tips Pemilihan Anak Murai Batu Atau Bakalan Murai Batu Yang Baik Dan Bagus Dan Cara Membedakan Jantan Dan Betina Nya.

  • Berkelamin jantan, tanda-tanda burung murai batu jantan bisa dipandang warna bulu hitam yang tegas mengkilap serta kontras dan mempunyai ekor yang lebih panjang dari pada burung murai batu betina.
  • Wujud paruh, baiknya tentukan wujud paruh yang berpangkal lebar, tidak tipis, besar serta panjang. paruh sisi bawah mesti lurus. janganlah memilih bahan yang mempunyai paruh bengkok. posisi lubang hidung tentukan sedekat barangkali dengan posisi mata.
  • Kepala berupa kotak, mata bulat besar serta melotot. ini mengisyaratkan burung ini memiliki mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pastikan bahan yang berpostur tengah dengan panjang leher, badan serta ekor dan kaki yang cocok. janganlah memilih bahan yang berleher serta berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat serta kaki mencengkram kuat, ini mengisyaratkan bahan tersebut sehat. warna kaki tidak punya pengaruh pada mental burung.
  • Lincah serta bernafsu makan besar. ini adalah tanda-tanda bahan yang bermental baik.
  • Panjang ekor yang cocok dengan postur badan. pastikan wujud ekor yang sedikit lentur.
  • Leher panjang padat diisi. mengisyaratkan burung ini dapat mengeluarkan power nada dengan optimal.
burung cekcor, suara burung pikat, suara burung buat mikat, cekcor jantan, suara anakan burung, suara burung buat pikat, suara burung untuk pikat, suara burung campuran, suara pikat burung, download suara burung buat mikat, download suara cucak jempol, download suara pikat perkutut, Download suara pikat burung, suara kacer ngriwik mp3, melatih ciblek cetrekan, suara perkutut buat pikat, download video murai, suara burung untuk mikat, download suara burung pemikat, suara burung pelan, download suara burung tledekan gunung, suara pemikat burung, melatih burung ciblek cetrekan, suara pikat semua jenis burung, Cak jempol mp3

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2016 Cara Merawat. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie