Teknologi Mesin CVT pada Motor Matic

Teknologi CVT

Teknologi CVT

Teknologi Mesin CVT pada Motor Matic

Sepeda motor bertransmisi otomatis memang lebih mudah untuk dikendarai. Begitu mesin nyala tinggal tancap gas tanpa harus memasukkan gigi dan tanpa pindah gigi pula. Namun dengan transmisi otomatis yang menggunakan sistem Continous Variable Transmission (CVT) memerlukan perhatian khusus.

Konstruksi mesinnya yang berbeda dengan motor bertransmisi manual, sangat berbeda dengan konstruksi mesin otomatis. Hal ini membuat perbedaan pula dari segi perawatan, dan pastinya memerlukan perhatian khusus yang perlu dilakukan untuk jenis mesin CVT.

Berikut ini adalah tanda-tanda CVT yang membutuhkan perawatan, yaitu suara kasar yang terdengar dari bagian CVT, saat rpm rendah mesin menyendat-nyendat, serta menyentak-nyentak seperti transmisi yang slip.

Gejala seperti itu maklum saja terjadi,karena CVT merupakan perangkat yang menjadi penghantar putaran mesin ke roda belakang yang bekerja seperti rantai. Akan tetapi tidak sama dengan rantai, oleh karena itu perawatan yang dilakukan tidak bisa ditangani sendiri karena membutuhkan alat khusus serta ketrampilan khusus juga.

Alat penggerak ini memiliki dua bagian yang dihubungkan oleh drive belt (sabuk penggerak). Di bagian depan terdapat drive pully face (puli penggerak depan), movable drive face, weight roller (roller) serta rame plate. Pada bagian depan terdapat centrifugal clutch (kpling sentrifugal), movable driven face dan driven face. Puli yang berada di depan biasanya disebut puli primer, sedangkan yang berada di belakang biasa disebut puli sekunder.

Disinilah letak perbedaan dari motor matik dengan motor manula biasa. Pada motor matik yang dirawat bukan hanya bagian mesin saja, melainkan pada bagian komponen transmisi otomatisnya atau CVT yang membutuhkan perawatan juga.

Jika terjadi masalah pada bagian ini memang sangat tidak menyenangkan, motor ga bisa lari kencang, suaranya juga berisik. Kebersihan mesin penggerak ini juga sangat perlu diperhatikan segi kebersihannya, harus bersih dari kotoran, debu maupun minyak. Karena kotoran tersebut dapat mengganggu kinerja belt atau juga komponen-komponen lainnya.

Diperlukan pemeriksaan rutin tiap 4000km atau maksimal 6 bulan pemakaian. Walaupun anda sudah melakukan perawatan rutin pada CVT, namun alangkah baiknya jika anda juga menggunakan pelumas mesin yang khusus diformulasikan untuk mesin matik. Karena teknologi roda gigi terpisah dan kopling kering menghasilkan suhu pada mesin yang lebih tinggi dari mesin manual biasa. Hal ini disebabkan oleh gesekan yang terjadi berada pada tempat kering dan tidak terdapat minyak pelumas yang berfungsi sebagai pendingin.

Pada mesin matik, putaran mesin lebih tinggi daripada mesin manual biasa. Oleh karena itu pilihlah pelumas yang khusus untuk motor matik/skutik. Jangan lupa juga untuk melakukan penggantian pelumas untuk penggerak matik. Baca cara mengatasi CVT yang berisik. Terima kasih.

cara merawat cvt, suarA burung aklik mikat, cara mengatasi matik menyendat di gas, clean master sapu, videoyoga tanpa busana

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2016 Cara Merawat. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie